Aku mau cerita tentang cerita serem di sekolahku. Sekolahku, kan sekolah baru, jadi masih ada lantai atas yang lagi dibangun. Nah, pas itu, ada murid kelas rendah yang naek2 tangga ke lantai atas yang baru dibangun. Aku dan temanku lagi main di dekat tangga, dan ada guru yang ngeliat murid2 itu naik.
"Cepet kejar!", perintah guruku kepada aku dan temanku. Dengan cepat kami berlari keatas, dan aku sudah berada tepat di belakang anak-anak itu, dan saat mau kutarik bajunya, tiba-tiba anak-anak itu menghilang!
"Eh anak2 nya kemana?" tanya temanku. Aku bingung bukan kepalang.
"Gak tau! tadi perasaan ada disini!" jawabku.
"Eh jangan nakut-nakutin, ya!" temanku memang terlihat ketakutan.
"Gak kok!" dan tiba-tiba terlihat anak2 itu lagi, di dekat lorong yang menuju kamar mandi.
"Ayo kejar!" seru temanku. Aku dan temanku langsung mengejarnya. Anak2 itu berjalan lambat, dan dengan cepat aku bisa kembali kebelakangnya.
"Nga-" sebelum aku bisa menggapai anak itu, anak itu sudah hilang lagi, dan sekarang ada di kamar mandi.
"Woy! mau kabur kemana lagi?!" seruku dan temanku sambil berlari kekamar mandi. Dan di kamar mandi itu ada darah banyak.
"Anak2 nya mana?" tanya temanku.
"Gak tau! kita kebawah aja, yuk! serem nih, disini!" ajakku sambil ambil langkah seribu.
Saat sampai di bawah, ada anak yang tadi kami kejar. Anak itu sedang mengobrol dengan guru tadi.
"Bu, anak-anaknya gak berhasil ketangkep!" laporku.
"Memangnya kalian ngapain? kok main2 ke atas, sih?" tanya guruku bingung.
"Lah, kan ibu yang nyuruh kami keatas!" protes temanku.
"Apa, sih? orang ibu ada di ruang guru tadi!" bantah guruku.
"Nah lo... jadi siapa yang tadi kita kejar?" tanyaku, berbisik ketemanku. Temanku itu tampak pucat,dan dia menunjuk ke arah sudut dinding.
"ITU!" teriaknya.
"Mana?" tanyaku sambil mendekati tempat yang dia tunjuk.
"I-itu..." dan aku merasakan ada tangan yang memegang bahuku. Tangan itu dingin sekali, dan aku merinding.
"Yang bener aja, ah!" teriakku sok berani, tapi aku tetap ketakutan.
"BENER!" teriak temanku parau.
Langsung saja aku narik lengan temanku dan membawanya kembali kekelas dengan segera.
THE END.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar